25 Januari 2013 - 06:00

"Ini merupakan sukacita bagi saya karena saya adalah salah satu dari pecinta PlayStation dan Xbox. Saya sering suatu saat hal itu mungkin cukup berguna."

Menurut Kantor Berita ABNA, setelah kembali dari tugas lima bulannya di Provinsi Helmand, selatan Afganistan, calon pemegang takhta Inggris ketiga, Pangeran Harry, mengatakan dia membunuh Muslim untuk melindungi bangsanya.

"Menghancurkan kehidupan untuk menyelamatkan kehidupan. Di situlah kita berputar," kata Harry.

Tidak jelas berapa banyak orang telah dibunuh oleh Pangeran Harry dalam tugasnya di Helmand, 

Pangeran Harry yang menjabat sebagai co-pilot (helicopter) penembak itu membandingkan pembunuhan terhadap orang-orang Afganistan dari sebuah helikopter Apache dengan permainan video game. Dia juga menggambarkan pekerjaannya sebagai sebuah "sukacita."

"Ini merupakan sukacita bagi saya karena saya adalah salah satu dari pecinta PlayStation dan Xbox. Saya sering suatu saat hal itu mungkin cukup berguna," katanya.

Pangeran berusia 28 tahun itu ditugaskan untuk mengikuti misi 20 minggu dengan pasukan NATO di Afghanistan tak lama setelah skandal gambar telanjangnya di sebuah hotel di Las Vegas yang dipublikasikan di internet itu menjadi berita utama di seluruh dunia.

Menurut icasualties.org website, sebanyak 3.257 pasukan NATO telah kehilangan nyawa di Afghanistan sejak tahun 2001 saat Amerika Serikat dan sekutunya menginvasi Afghanistan sebagai bagian dari upaya yang diklaim Washington sebagai perang melawan teror.

Invasi itu bertujuan menggulingkan Taliban dari kekuasaan, tapi kerusuhan terus meningkat di seluruh negeri meski ribuan pasukan NATO ada di sana. 

Tercatat, ratusan tentara asing telah tewas di Afganistan hanya dalam tahun 2012 saja.[IT]